Selasa, 24 April 2012

Bagaiman jika aku tak sanggup lagi mempercayaimu, Sohibku??


PenghujanMu hampir tergantikan oleh kemarauMu
Akankah tetap tercurah rahmat yang semerbak dariMu?

Tuhan..dari derunya malam ini, ku semai doa agar kau selalu menjaga Ia (sahabat).
Ia yang saat ini menopang amanah,
Ia yang saat ini selalu tegar.

*

Tuhan…
Jika aku terbiasa menguak senandung hati yang sedalam lautan dengannya,
kali ini tidak
Jika aku terbiasa menebar canda-tawa yang bergelora dengannya,
kali ini tidak
Jika aku terbiasa menggelanggang menikmati paras malam kota dengannya,
kali ini tidak
Jika aku terbiasa mengurai asa dan menggapai bintang dengannya,
kali ini tidak
Bahkan untuk mengecap se-cup ice cream chocolate & vanilla malam ini,
Aku tak sanggup menuangkan wajahnya.

Ada apa Tuhan?
Ada apa dengan rasa ice cream ini?
Kembalikan rasa manis dan menggembirakan dalam ice cream ini.
Jangan ubah ice cream ini menjadi beberapa rasa yang tidak dapat kuuraikan dengan lidahku.

Aku rindu kamu
Aku rindu kamu
Aku rindu kamu
Bahkan aku bingung apa yang harus ku katakan untuk menyatakan jika aku rindu kamu
Ya. “kamu”
Kamu yang menjadi komplotan sebuah kelompok yang berawalan “K” dan berakhiran “G”

Rindu saat berbagi, rindu saat memberi, rindu dengan caramu menghargai kami, rindu caramu menjahili kami, rindu sapaanmu, rindu kebingunganmu, rindu ketangkasanmu, rindu nasihatmu, rindu pengalamanmu.
Malam ini aku teringat pada kalian dan aku rindu.

Tuhan..indah sekali momen-momen itu.
Di balik bilik diskusi, pelataran mini market, taman kota, perpustakaan bahkan warung di pinggir jalan.
Dalam event birthday surprise, ngabuburit, buka bersama, turun ke jalan, wedding invitation, etc
Semuanya penuh keceriaan.
Semuanya sederhana.
Bahkan hidup kita hanya sebatas tawa dan tangis bahagia.
Bagaimana bisa malam ini aku menangisi semua itu dengan raungan hati yang menyakitkan.
Ada kepahitan yang tertahan dan mengkristal di dalam.
Bagaimana bisa aku membantumu. Sedang engkau tidak merasa terbantu olehku!!

Ada apa tuhan?
Iramanya telah barbeda
Ia tak mengerti apa yang ku rasa
Ia tak ada saat aku seorang diri dalam bilik itu

Aku masih mengingatmu,
dalam kebodohan yang luar biasa saat kamu membeli dua baju dengan warna & model yang sama
Aku masih mengingatmu,
dalam keterasingan yang luar biasa saat kamu terhimpit masalah keluarga
Aku masih mengingatmu,
dalam kegundahan yang luar biasa saat kamu terhimpit beberapa amanah

Lalu..bagaimana denganmu, sohib?
dan.. Allah ku titipkan rindu ini untuk kau sampaikan padanya.
karena hanya Engkau yang tahu bagaimana rindu ini membuatku bisu lalu menitihkan airmata .

*
*
*
*
Hanya Pasir
                  oleh Moenthe Carlo

ehm…
waktu sudah berhasil membangun tembok pemisah
beberapa bulan yang lalu yang terlihat baru pondasi
tapi kini, tembok besar berdiri dengan angkuh

ehm…sahabat
sadarkah bahwa aku tak lagi bisa memandangmu
karena kamu berada di balik tembok itu
sahabat…
beberapa bulan yang lalu aku dengar bisikan angin
“waktu akan membangun tembok buat kalian”
sahabat aku sadar akan hal itu, tapi terlambat…
saat ini ketika sebuah benteng telah berdiri kokoh
aku berusaha menghancurkannya dengan sebuah kerikil
tapi usahaku tidak berhasil

dan aku coba menggali walau mustahil
dan jikalau berhasil
aku akan mati tertimpa dibawahnya
lalu selamat tinggal buat sahabat
karena mungkin engkau hanya menganggapku
seperti pasir bertaburan



Kamis, 05 April 2012

Sesederhana Kado untuk Adik Laki-laki

Alhamdulillah..
Hari ini aku disiplin, walaupun tidak sedisiplin setahun yang lalu. Tapi paling tidak aku memenuhi semua janjiku dan menyelesaikan semua pekerjaanku bahkan lebih selesai daripada schedule awal (huuuh pameer kamu glad). Seperti biasa aku selalu mengelist kegiatan esok hari saat akan beranjak tidur. Dan keesokan harinya juga seperti biasanya dari rata-rata 23 kegiatan yang harus ku lakukan dalam sehari, hanya sekitar 9 sampai 13 yang terealisasikan dengan acungan 2 jempol dan 3 kelingking *glodakk, kenape kelingkingnya lebih banyak glad?. Nah yang jadi kendala, saat ini aku jarang tidur dan siklus hidupku berubah 180 derajat sejak awal semester 6 ini (tidur pagi dan malem begadang). Entahlah, aku juga tak paham! Ngerasa rugi sih, karena jadi jaraaaang banget qiyamul lail’. Dan dasar emang aku anak muda, selalu aja ku selipkan jawaban ‘semua perubahan selalu ada waktunya glad..semangat..semangat’. (walaupun rada ngece' sedikit yang penting ada kata ‘semangat’nya sudah bisa dianggap qoute..haha, apa lu kata glad?) uuups!! Yaaah..itu alibi terkuatmu glad ;)

Memasuki waktu maghrib…
Hingga pukul 17.47 aku masih istiqomah dengan kedisiplinanku HARI INI. Usai sholat, aku bergegas mencari hidangan berbuka lalu membaca beberapa buku pinjaman. Menggodai soulmate satu kost yang tak lain dan tak bukan adalah sii kucing hijau alias Nadira Mahdia Nabila. Sambil menyalakan akses internet dari laptop Nadira tetiba telepon genggam milik adik kelasku yang sedang berkunjung ke kost berdering dan suara dari seberang sana adalah suara mamaknya. Maklum, adikku yang satu ini berasal dari medan. Jadi ada penekanan huruf ‘k’ pada akhir kata ‘mama’ dan dibaca ‘mamak’. Gelak tertawa aku mendengarkan perbincangan sarat budaya dan kasih sayang anatara sang anak dan ibundanya, hanya karena logat yang terdengar terasa strange bagiku (nah makanya menilai itu harus universal glad..). Selepas ia usai bercengkrama jarak jauh dengan mamaknya, telepon genggam merah milikku bergetar. Dari layar tertulis nama “Abi Lovely”. Yeiiiiiiiyyyy. Jeritanku tak kalah spontan dengan adik kelasku yang tadi. Kali ini aku sudah langsung tahu jika yang menelepon itu adalah bunda, tanpa harus memakai ilmu telisik – aku selalu bisa meramal itu (yaiyyalah mama kan selalu nebeng HP papa). Mbahahak, seruu ya mereka (baca: mamaku & papaku).

Dari seberang, suara mama terdengar begitu bersemangat sekali seolah mengingatkanku akan janji yang kuutarakan pada tanggal 3 April 2012 kemarin. Yeah, janji untuk memberikan beberapa kado jatuh tempo ulang tahun adikku kali ini. Bisa jadi mama sudah mempunyai firasat tidak enak kalau-kalau aku sampai lupa pada kata-kataku atau memang berniat berpura-pura ingin memberikan kado kepada adikku. Sejujurnya aku memang bisa dengan sangat mudah melupakan hal-hal itu. Peace xel !?!?. Tapi yang bisa sedikit kubanggakan pada ulang tahunnya kali ini adalah pada tanggal 2 April malam aku sempat mendiskusikan kado yang akan kuberikan padanya dengan beberapa temanku di warung penyetan. Yah paling tidak itu prestasi dalam ingatanku. Hehe. Alhasil pada tanggal 3 April 2012 pukul 11.11 WIB aku menelepon ke nomor handphone mama untuk disambungkan kepadanya. Prestasi kedua yang terukir ialah aku bisa berceloteh lebih dari 3 kata J yang biasanya hanya mengatakan “selamat ulang tahun” kali ini ada tambahan Ulang tahun yang ke berapa xel?  Waaah mau minta dikado apa nih?
Setidaknya kalimat yang terakhir tadi bisa menjadi penebus kecerobohanku karena lupa ia sedang berulang tahun yang ke berapa kali ini. Wkwkwk

For adik yang super menjengkelkan, Axel Lucky Al-Azizi…

Kusadari jika kamu sering sekali sebal padaku dan bĂȘte padaku. Bahkan akupun sadar memang tidak mudah memiliki kakak yang terobsesi untuk selalu mengganggumu. Lebih dari itu hobi utama yang aku tulis dalam CV pribadiku adalah menjahilimu di setiap langkah dan gerak-gerikmu. Kakakmu ini mempunyai keyakinan yang kuat jika siapapun percaya bahwa tidak ada seorangpun yang bisa memesan kehidupan mendatangnya. Ia terlahir sebagai apa dan siapa, dimana, dalam keadaan apa dan dari rahim wanita yang seperti apa. Hingga pada suatu waktu ketika aku sudah beberapa saat merantau ke tempat yang cukup jauh darimu, maka saat kembali dan melakukan aktivitas terindahku untuk menjahilimu; lalu kau jengkel padaku, bisa dengan bangganya kau bilang “Ini rumahku !  Tinggal aja kakak di Surabaya sana ! Ndak usah pulang kesini lagi ! Ini rumahkuuuuuu!”. (mbahahahak..menurutmu bisa segampang itu kamu mengusirku? Huuuh)

Kusadari jika kamu sering sekali mengalami emosi jiwa-raga saat aku menuduhmu menghambur-hambur kamarku, mengambil stationaryku, mengacak-acak lemariku dan mengotori sepreiku. Tapi aku tahu tuduhanku selalu tepat meski sempat beberapa kali kamu jujur hingga menangis dan bilang bahwa bukan dirimulah yang mengotori sepreiku tetapi anak temannya papa. Percuma! Bagiku siapapun orangnya, aku akan tetap meyalahkanmu. weksss..

Kusadari jika kamu sering sekali jenuh memiliki kakak sepertiku yang sangat jarang sekali mau menuntunmu belajar untuk mengartikan bahasa inggris, menghitung luas persegi, menghapalkan nama kota dan ibukotanya, menghapalkan nama-nama planet. Kau tahu, bagiku itu begitu menjenuhkan – tidak kau saja!! Karena aku harus mengajarimu mengartikan pineapple is nanas, guava is jambu biji, star fruit is belimbing de.el.el de.es.be (#errr aku bosaaaaaaan.bosan.)

Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang begitu baik dan perhatian pada mereka, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini tidak sebaik kakak-kakak mereka dan tidak perhatian layaknya kakak-kakak mereka.
         Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang sangat telaten dan antusias mengajari mereka baca, tulis, hitung, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini lebih senang mencoret-coret bukumu karena aku muak dengan tulisanmu yang seperti cacing kepanasan dan sulit sekali untuk dibaca apalagi di telaah.
Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang begitu dewasa, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini justru sangat childish dan menggemaskan hingga selalu saja berebut barang, makanan, pakaian dan mainan denganmu.
         Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang sering membelikan jajan untuk mereka, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini berada pada koordinat yang sebaliknya dan justru akan sangat riang melihatmu menangis menginginkan jajan itu.
Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang begitu mengayomi mereka, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini adalah kakak yang paling menjengkelkan sepanjang masa. Bahkan mungkin hingga kita sama-sama dewasa dan mandiri. Aku akan terus pada watakku untuk senantiasa menjahilimu.
Cukup satu hal yang ingin kuungkapkan tentang memori aku dan kamu dik, aku tak pernah butuh untuk kau kagumi sebagai kakakmu.

Karena aku menyayangimu dengan caraku, bagaimanapun aku menurutmu kacamatamu bahkan mata telanjangmu. Hati terkecilku pun teriris saat mendengar kabar kenaikan kelasmu ditangguhkan. Hati kecilku pun teriris saat kau mendapat hukuman dan teguran yang pelik dari sekolah. Hati kecilku pun teriris saat mendapat kabar jika ada beberapa mata pelajaran yang belum tuntas dalam rapor bayanganmu. Aku khawatir saat kamu bermain bersama temanmu dalam jarak yang lumayan jauh dari kompleks rumah.  Aku khawatir saat kau memakan jajanan pinggir jalan. Aku gelisah saat kau sakit. Aku kepikiran jika hingga malam hari kamu belum juga menginjakkan kaki dirumah sepulang sekolah. Aku juga akan sangat emosi saat mengetahui ada temanmu yang mengganggumu.
Aku jauh, dan tidak bisa melakukan sesuatu untukmu saat kau dalam kesulitan. Maka rasakan dan resapilah kodeku..
Dalam setiap senyum sinisku, raut menjengkelkanku, sikap acuhku dan diam seribu bahasku selalu teriring doa yang senantiasa memintaNYA untuk menjagamu, menuntun langkahmu, hingga asa yang begitu muluk dan insyaAllah akan DIA kabulkan; yaitu melihatmu tumbuh sebagai sang ikhwan.

Selamat Ulang Tahun yang ke 11 Axel Lucky Al-Azizi
Tak ada peluk dan cium untukmu
Hanya hadiah sederhana yang entah akan kutitipkan pada siapa nantinya
dan entah kapan bisa ku berikan padamu
Serta doa yang akan selalu ku panjatkan padaNYA dalam sujud-sujud panjangku
Di sela-sela malam romantisNYA
Tak lupa untuk yang paling terakhir ialah
Aku begitu ingin menjahilimu
hingga kamu menangis,
hingga kamu berteriak,
hingga kamu melengkingkan jeritan,
dan tanpa sadar beberapa barang terlempar dari tangan mama
Lalu mengomeliku dengan semua teguran dan nasihatnya.

Barakallah fii umurik Axel…   :P