Minggu, 22 Juli 2012

WP

Malem-malem iseng nge-browsing & dapat note wedding plan.
Ngisinya jg sambil senyum-senyum..mihihik..

*
*
walimah plan, bismillah..

1. How old are you?
Insyaallah 20

2. Are you single?
Of course, I'm single - I'm very happy. Kan Allah belum mentakdirkan bertemu dg sang jodoh.

3. At what age do you think you'll get married?
Ada di life plan sy..udah sy tulis jg..insyaallah disegerakan.

4. How is your ideal future husband?
Muslim, Simple, Liqa'nya sehat.

5. Do you think you'll marry the person you are with now?
ngngng.. I don't think so. Innallaha ma a'na
atau bikin iklan: "dibutuhkan segera; dokter spesialis tulang untuk mencari pasangan tulang rusuk gladys".

6. If not, who do you want to marry?
dokter spesialis tulangnya lhaa..

7. Who will be your bridesmaid  & best man?
Mama & Papa, para malaikat hidup saya..

8. Do you want a garden, beach or traditional wedding?
Syar'i wedding. Pelaminan Ayat2 Cinta so nice ;)
Tamu laki2 & perempuan di beri hijab. Disiapin kursi yg banyak biar makan & minumnya gag pada berdiri.

9. Where do you plan to go on honeymoon?
Bunaken (kali aja bisa kayak Cullen & Isabella Swan di pulau Ester)

10. How many guests do you think you'll invite?
Dalam satu panti asuhan kira-kira ada brp orang ya? terus anak-anak Save Street Children jumlahnya berapa? yah segituan lah :)

11. Will that include your exes?
beugh...boro-boro pacaran aja gag pernah..mantan apaan yg diundang?? mantan tetangga?? yaiyalah kalau itu..

12. How many layers of cake do you want?
7, terus suap-suapan..sisanya di buat oleh2 anak-anak panti tadi.

13. When, do you want to get married, morning or evening?
jam 10an deh.. biar bisa nonton spongebob dulu & dhuha dulu + istikharah lagi.

14. Name the song/tune you'd like to play at your wedding?
Espers - dialog dua hati
daaaan..
Edcoustic - duhai pendampingku
2 lagu itu dinyanyiin aja terus2an sampe 3 jam jg gue betah.

15. Do you prefer fine dining or just normal spoon & fork? knife?
Dulu Ali & Fatimmah gmn ya??, pokoknya para tamu jgn sampe berdiri aja!!

16. Champagne or red wine?
Club aja.. produksi Indonesia inshaAllah.

17. Honeymoon right after the wedding or days after the wedding?
ngeek..gue mah hobby nyuci malem2.. Timbang buang2 waktu, mending dimanfaatkan utk nyuci atuh.. ;)

18. Money or household items as gifts?
Buku. biar bisa saling bacain cerita sebelum tidur...

19. How many kids would you like to have?
pokoknya jumlahnya ganjil,, sejumlah anak dalam satu kelas tuh rata2 berapa?

20. Will you record your honeymoon in DVD/CD?
heeey demi apa?? cukup Allah yang tahu..!!

21. Whose wedding plan would you like to know next?
Hati manusia itu sedalam samudera, jadi rahasiakan saja.. hehehe..

Rabu, 18 Juli 2012

Obat Galau

Obat galau adalah meng-off-kan ponselmu dan mengganti simmu dg nmr baru glad..!
come on menjelang Ramadhan...bersihkan hati-luruskan niat
bersihkan inbox dari sms "aneh-aneh"
bersihkan contact list dari nomor "aneh-aneh"
and keep calm :)

Jejak Episode

Tuhan...
dulu aku pernah menagih simpati
dulu aku pernah merasa pesimis dalam hidup ini
lalu aku mengubah arah
lalu aku menguatkan tekad
lalu aku memasuki dunia dakwah
yang tak pernah mengenal kata wisuda

***

Kemudian aku berubah
tak lagi seramah dulu pada kaum adam
lalu aku berubah
tak lagi banyak bercanda dalam menata masa depan
Bermujahadah
berinteraksi dalam doa...menangis diatas sajadah
Ingin lebih dan lebih dekat padaMU
Lalu aku sadar, bahwa aku tak sehangat dulu...
tak sebebas dulu... tak semanja dulu
lalu..
aku Ikhlas..

asal aku dalam genggamanMu - itu lebih dari cukup

Rabu, 20 Juni 2012

Halaqah = my soul

Hari ini harusnya halaqoh, ehh malah ditunda.. :(
Jiwaku kering tanpa Halaqoh..
Yaudah akhirnya luntang-lantung deh disni (masjid ITS)
hmmph...(goler-goler @pelataran masjid)

Alhamdulillah...menikmati temaram senjaNya di pelataran rumahNya
*
*
*
Mentari beranjak ke peraduan
Siang berganti, malam menjelang
Kulihat burung terbang melayang
Pohon-pohonan tenang dan riang
seakan bertasbih atas kekuasaan
dan keagungan Allah Ar-Rahman

Ya Allah...ku pun dzikir padaMu
agar KAU dekatkan hatiku padaMu
Ya Allah...limpahkanlah kurniaMu
agar ku rasakan cintaMu

Allah..
sore ku ini atas fitrah Islam
atas agama nabi Muhammad
dan atas millah nabi Ibrahim yang hanif
Ya Allah selamatkanlah hadirku

Allah di sore ini, kuhitung amalku
yang telah kulakukan hari ini
Terimalah kebajikanku ampunkan resahku
Ya Allah...kabulkanlah doaku

Ya Allah..selamatkanlah hadirku
Ya Allah..kabulkanlah doaku

* Amsaina wa amsal mulku lillahi wal hamdulillahi laa syariika laHu laa ilaaha illa Huwa wa ilaihin nusyuur.

Senin, 28 Mei 2012

May to June with ♥


I could probably say that I feel like weight has been lifted off my shoulders. I almost finish my exam next month. Well!! Almost all, one more next month, PIT I exam it’s about translation, right. And I had kind of exam many many times in my studying life at the previous semester, seriously since I was in 2nd semester until 5th semester. I had many activities which supposed to be balance with my study, my religion, my family time and my private time. And woow, now I almost was complete that’s all moments.

So, next month would be my last exam day in my diploma-study program. Yeah…the battle is almost over. Minus one stage *sigh* I still have to struggle for the Final Exam and I still have to run for the Bachelor’s degree. By the way please don’t take this as a complaint; to be honest I’m happy!! I’m happy to learn business, I’m happy that I finally have passion for what I’ve chosen to study – the “decision-making period” was way too long – I thought about business concern.

God, which now I realize everyday is a “new beginning” so I just want to focus on my future. To think of what I really want to do. What I really like. I mean I know what I want and what I like, but sometimes somehow I just feel there’s still something missing, something deep inside my heart has been trying to reach my brain and ask it to do something. You don’t get what I mean, I know, neither do I. Point is, I still need to balance my heart and my brain. My reflection said I really need to start “feeling” more, thinking less. I think about everything. I don’t use my heart sometimes (sounds a little bit horrific L but I guess it is right).

Anyways I can’t wait to get a job as soon as possible, graduate “on-time” this year, to make my dream come true…one that can make me satisfied and happy, to start again with bachelor’s degree study program, to have a family of my own *Hamra Batrisyia*. And there’s someone call me with romantic name. I don’t know who are you boy (?) *grin*. I just can’t wait to see how things turn out for me in the future.

Hoping for excitement and more happiness..!! Yeah, I hope I can also finally make up my mind on where to live after finishing my bachelor’s degree. I don’t think I’ll reside in Balikpapan for the rest of my life. It’s not because I don’t like the city. I like it but I don’t love it. Not liking it to bits.

I know for sure lots of good things had happened this month *greatly name*. I know for sure lots of good things will happen next month, amin yaa Rabb! My father’s birthday, My Final Report Examination, My grandma’s birthday, World Environment Day and World Children’s Day at 1st day of June, My going to Bogor, my organization activity and social climb...lovely month. Let’s just see…

In the framework-frame heart: your figure (?) Hamra Batrisyia

Kamis, 24 Mei 2012

Sapaan Saudari

Akhwat… 
Jika hatimu mulai terusik, dengan sapaan lembut dari sang cinta…
Siapkanlah jaring-jaring taqwa…
Jika hatimu mulai terpesona, dengan sapaan santun dari sang cinta…
Siapkanlah filter-filter iman…
Akhwat…
Jika hatimu terasa sesak, karena sang cinta membelaimu lembut…
Sentuhlah hatimu dengan keyakinan “Allah lebih mengerti tentang hamba-Nya daripada hamba itu sendiri”
Niscaya sesak itu perlahan-lahan akan sirna…
Jangan kalah dan menyerah dengan cinta yang belum halal…
Karena kelak Allah akan menjanjikan dengan cinta yang lebih indah, yang halal kau rasa…
Akhwat….
Jika kau rasa sulit, karena sang cinta tak mau segera pergi, maka “diamlah…”
Dalam diam, sang cinta akan terjaga dengan indah, dalam diam, iffah dan izzahmu akan menghiasi sang cinta, dalam diam Allah akan menjawabnya dengan jawaban paling mempesona…
Akhwat…
Jika sang cinta memberi rasa nyeri dihatimu, itulah nikmat…
Nikmat berjuang untuk melawan godaan sang cinta yang belum halal…
Apakah kalian mengira itu tidak ada ganjaran,… oooo tidak ada yang luput dari penilaian Allah walaupun seberat biji sawi…seperti rasa sakit itu sendiri…
Perjuangan kalian dalam diam itu, Allah menilainya dengan sempurna…
Akhwat…
Masihkah Engkau ragu….???
Janganlah ragu… karena janji Allah itu pasti dan benar adanya…
Jika sang cinta tak dapat dipertanggung jawabkan, enyahkan saja…karena cinta tak meminta untuk menunggu, mengambil kesempatan itulah keberanian, atau merelakan itulah pengorbanan…
Tetaplah dalam diam mu…Allah akan menjawabnya… apakah sang cinta yang menghampirimu itu benar milikmu, atau akan ada cinta yang lebih indah yang akan menghampirimu…
Akhwat….
Bukan aku hendak mengguruimu… tapi aku hendak mengulurkan tanganku untuk mengajakmu jauh dari hal yang tak Allah sukai….
Aku pun masih belajar, alangkah indahnya jika kita belajar bersama-sama, menempatkan sang cinta pada posisi yang tepat…
Akhwat…
Jika sakit itu masih kau rasa, karena sang cinta diseberang sana…
Tariklah dalam-dalam nafasmu, hembuskan secara perlahan, bersama cinta yang tak halal itu… yakinkan dalam hati “Allah lebih mengetahui”…..
Apakah hatimu masih sesak… jika ia… keikhlasanmu untuk melepaskannya masih setengah- setengah… ulangilah kembali… hembuskan bersama keikhlasan melepaskan sang cinta dan keikhlasan menerima ketentuan-Nya… apakah hatimu sudah terasa lebih lega….?
“Fabi ayyi ‘ala ‘irobbikumatukadziban…”



Disadur dari sebuah status;
Latiefah Sari Susanti
Semoga beliau selalu dalam naungan rahmat Allah SWT karena telah mengingatkan & berlomba-lomba dalam kebaikan :)
Barakallah ukhti..

Sabtu, 19 Mei 2012

send to mama with love

gladys   : Ma, kiriman edys tadi sdh sampai belum? Tadi edys ngirim sesuatu buat mama
mama    : Kiriman apa dek..?
gladys   : Edys tadi ngirim seikat cinta, rindu dan doa terbaik untuk 
kesejahteraan mama, papa dan axel di rumah serta setetes air mata rindu untuk kalian
mama    : ........................... (belum dibalas)




gladys   : *mikir* apa ya kira-kira jawabannya?? *hwaiting*

Selasa, 24 April 2012

Bagaiman jika aku tak sanggup lagi mempercayaimu, Sohibku??


PenghujanMu hampir tergantikan oleh kemarauMu
Akankah tetap tercurah rahmat yang semerbak dariMu?

Tuhan..dari derunya malam ini, ku semai doa agar kau selalu menjaga Ia (sahabat).
Ia yang saat ini menopang amanah,
Ia yang saat ini selalu tegar.

*

Tuhan…
Jika aku terbiasa menguak senandung hati yang sedalam lautan dengannya,
kali ini tidak
Jika aku terbiasa menebar canda-tawa yang bergelora dengannya,
kali ini tidak
Jika aku terbiasa menggelanggang menikmati paras malam kota dengannya,
kali ini tidak
Jika aku terbiasa mengurai asa dan menggapai bintang dengannya,
kali ini tidak
Bahkan untuk mengecap se-cup ice cream chocolate & vanilla malam ini,
Aku tak sanggup menuangkan wajahnya.

Ada apa Tuhan?
Ada apa dengan rasa ice cream ini?
Kembalikan rasa manis dan menggembirakan dalam ice cream ini.
Jangan ubah ice cream ini menjadi beberapa rasa yang tidak dapat kuuraikan dengan lidahku.

Aku rindu kamu
Aku rindu kamu
Aku rindu kamu
Bahkan aku bingung apa yang harus ku katakan untuk menyatakan jika aku rindu kamu
Ya. “kamu”
Kamu yang menjadi komplotan sebuah kelompok yang berawalan “K” dan berakhiran “G”

Rindu saat berbagi, rindu saat memberi, rindu dengan caramu menghargai kami, rindu caramu menjahili kami, rindu sapaanmu, rindu kebingunganmu, rindu ketangkasanmu, rindu nasihatmu, rindu pengalamanmu.
Malam ini aku teringat pada kalian dan aku rindu.

Tuhan..indah sekali momen-momen itu.
Di balik bilik diskusi, pelataran mini market, taman kota, perpustakaan bahkan warung di pinggir jalan.
Dalam event birthday surprise, ngabuburit, buka bersama, turun ke jalan, wedding invitation, etc
Semuanya penuh keceriaan.
Semuanya sederhana.
Bahkan hidup kita hanya sebatas tawa dan tangis bahagia.
Bagaimana bisa malam ini aku menangisi semua itu dengan raungan hati yang menyakitkan.
Ada kepahitan yang tertahan dan mengkristal di dalam.
Bagaimana bisa aku membantumu. Sedang engkau tidak merasa terbantu olehku!!

Ada apa tuhan?
Iramanya telah barbeda
Ia tak mengerti apa yang ku rasa
Ia tak ada saat aku seorang diri dalam bilik itu

Aku masih mengingatmu,
dalam kebodohan yang luar biasa saat kamu membeli dua baju dengan warna & model yang sama
Aku masih mengingatmu,
dalam keterasingan yang luar biasa saat kamu terhimpit masalah keluarga
Aku masih mengingatmu,
dalam kegundahan yang luar biasa saat kamu terhimpit beberapa amanah

Lalu..bagaimana denganmu, sohib?
dan.. Allah ku titipkan rindu ini untuk kau sampaikan padanya.
karena hanya Engkau yang tahu bagaimana rindu ini membuatku bisu lalu menitihkan airmata .

*
*
*
*
Hanya Pasir
                  oleh Moenthe Carlo

ehm…
waktu sudah berhasil membangun tembok pemisah
beberapa bulan yang lalu yang terlihat baru pondasi
tapi kini, tembok besar berdiri dengan angkuh

ehm…sahabat
sadarkah bahwa aku tak lagi bisa memandangmu
karena kamu berada di balik tembok itu
sahabat…
beberapa bulan yang lalu aku dengar bisikan angin
“waktu akan membangun tembok buat kalian”
sahabat aku sadar akan hal itu, tapi terlambat…
saat ini ketika sebuah benteng telah berdiri kokoh
aku berusaha menghancurkannya dengan sebuah kerikil
tapi usahaku tidak berhasil

dan aku coba menggali walau mustahil
dan jikalau berhasil
aku akan mati tertimpa dibawahnya
lalu selamat tinggal buat sahabat
karena mungkin engkau hanya menganggapku
seperti pasir bertaburan



Kamis, 05 April 2012

Sesederhana Kado untuk Adik Laki-laki

Alhamdulillah..
Hari ini aku disiplin, walaupun tidak sedisiplin setahun yang lalu. Tapi paling tidak aku memenuhi semua janjiku dan menyelesaikan semua pekerjaanku bahkan lebih selesai daripada schedule awal (huuuh pameer kamu glad). Seperti biasa aku selalu mengelist kegiatan esok hari saat akan beranjak tidur. Dan keesokan harinya juga seperti biasanya dari rata-rata 23 kegiatan yang harus ku lakukan dalam sehari, hanya sekitar 9 sampai 13 yang terealisasikan dengan acungan 2 jempol dan 3 kelingking *glodakk, kenape kelingkingnya lebih banyak glad?. Nah yang jadi kendala, saat ini aku jarang tidur dan siklus hidupku berubah 180 derajat sejak awal semester 6 ini (tidur pagi dan malem begadang). Entahlah, aku juga tak paham! Ngerasa rugi sih, karena jadi jaraaaang banget qiyamul lail’. Dan dasar emang aku anak muda, selalu aja ku selipkan jawaban ‘semua perubahan selalu ada waktunya glad..semangat..semangat’. (walaupun rada ngece' sedikit yang penting ada kata ‘semangat’nya sudah bisa dianggap qoute..haha, apa lu kata glad?) uuups!! Yaaah..itu alibi terkuatmu glad ;)

Memasuki waktu maghrib…
Hingga pukul 17.47 aku masih istiqomah dengan kedisiplinanku HARI INI. Usai sholat, aku bergegas mencari hidangan berbuka lalu membaca beberapa buku pinjaman. Menggodai soulmate satu kost yang tak lain dan tak bukan adalah sii kucing hijau alias Nadira Mahdia Nabila. Sambil menyalakan akses internet dari laptop Nadira tetiba telepon genggam milik adik kelasku yang sedang berkunjung ke kost berdering dan suara dari seberang sana adalah suara mamaknya. Maklum, adikku yang satu ini berasal dari medan. Jadi ada penekanan huruf ‘k’ pada akhir kata ‘mama’ dan dibaca ‘mamak’. Gelak tertawa aku mendengarkan perbincangan sarat budaya dan kasih sayang anatara sang anak dan ibundanya, hanya karena logat yang terdengar terasa strange bagiku (nah makanya menilai itu harus universal glad..). Selepas ia usai bercengkrama jarak jauh dengan mamaknya, telepon genggam merah milikku bergetar. Dari layar tertulis nama “Abi Lovely”. Yeiiiiiiiyyyy. Jeritanku tak kalah spontan dengan adik kelasku yang tadi. Kali ini aku sudah langsung tahu jika yang menelepon itu adalah bunda, tanpa harus memakai ilmu telisik – aku selalu bisa meramal itu (yaiyyalah mama kan selalu nebeng HP papa). Mbahahak, seruu ya mereka (baca: mamaku & papaku).

Dari seberang, suara mama terdengar begitu bersemangat sekali seolah mengingatkanku akan janji yang kuutarakan pada tanggal 3 April 2012 kemarin. Yeah, janji untuk memberikan beberapa kado jatuh tempo ulang tahun adikku kali ini. Bisa jadi mama sudah mempunyai firasat tidak enak kalau-kalau aku sampai lupa pada kata-kataku atau memang berniat berpura-pura ingin memberikan kado kepada adikku. Sejujurnya aku memang bisa dengan sangat mudah melupakan hal-hal itu. Peace xel !?!?. Tapi yang bisa sedikit kubanggakan pada ulang tahunnya kali ini adalah pada tanggal 2 April malam aku sempat mendiskusikan kado yang akan kuberikan padanya dengan beberapa temanku di warung penyetan. Yah paling tidak itu prestasi dalam ingatanku. Hehe. Alhasil pada tanggal 3 April 2012 pukul 11.11 WIB aku menelepon ke nomor handphone mama untuk disambungkan kepadanya. Prestasi kedua yang terukir ialah aku bisa berceloteh lebih dari 3 kata J yang biasanya hanya mengatakan “selamat ulang tahun” kali ini ada tambahan Ulang tahun yang ke berapa xel?  Waaah mau minta dikado apa nih?
Setidaknya kalimat yang terakhir tadi bisa menjadi penebus kecerobohanku karena lupa ia sedang berulang tahun yang ke berapa kali ini. Wkwkwk

For adik yang super menjengkelkan, Axel Lucky Al-Azizi…

Kusadari jika kamu sering sekali sebal padaku dan bête padaku. Bahkan akupun sadar memang tidak mudah memiliki kakak yang terobsesi untuk selalu mengganggumu. Lebih dari itu hobi utama yang aku tulis dalam CV pribadiku adalah menjahilimu di setiap langkah dan gerak-gerikmu. Kakakmu ini mempunyai keyakinan yang kuat jika siapapun percaya bahwa tidak ada seorangpun yang bisa memesan kehidupan mendatangnya. Ia terlahir sebagai apa dan siapa, dimana, dalam keadaan apa dan dari rahim wanita yang seperti apa. Hingga pada suatu waktu ketika aku sudah beberapa saat merantau ke tempat yang cukup jauh darimu, maka saat kembali dan melakukan aktivitas terindahku untuk menjahilimu; lalu kau jengkel padaku, bisa dengan bangganya kau bilang “Ini rumahku !  Tinggal aja kakak di Surabaya sana ! Ndak usah pulang kesini lagi ! Ini rumahkuuuuuu!”. (mbahahahak..menurutmu bisa segampang itu kamu mengusirku? Huuuh)

Kusadari jika kamu sering sekali mengalami emosi jiwa-raga saat aku menuduhmu menghambur-hambur kamarku, mengambil stationaryku, mengacak-acak lemariku dan mengotori sepreiku. Tapi aku tahu tuduhanku selalu tepat meski sempat beberapa kali kamu jujur hingga menangis dan bilang bahwa bukan dirimulah yang mengotori sepreiku tetapi anak temannya papa. Percuma! Bagiku siapapun orangnya, aku akan tetap meyalahkanmu. weksss..

Kusadari jika kamu sering sekali jenuh memiliki kakak sepertiku yang sangat jarang sekali mau menuntunmu belajar untuk mengartikan bahasa inggris, menghitung luas persegi, menghapalkan nama kota dan ibukotanya, menghapalkan nama-nama planet. Kau tahu, bagiku itu begitu menjenuhkan – tidak kau saja!! Karena aku harus mengajarimu mengartikan pineapple is nanas, guava is jambu biji, star fruit is belimbing de.el.el de.es.be (#errr aku bosaaaaaaan.bosan.)

Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang begitu baik dan perhatian pada mereka, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini tidak sebaik kakak-kakak mereka dan tidak perhatian layaknya kakak-kakak mereka.
         Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang sangat telaten dan antusias mengajari mereka baca, tulis, hitung, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini lebih senang mencoret-coret bukumu karena aku muak dengan tulisanmu yang seperti cacing kepanasan dan sulit sekali untuk dibaca apalagi di telaah.
Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang begitu dewasa, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini justru sangat childish dan menggemaskan hingga selalu saja berebut barang, makanan, pakaian dan mainan denganmu.
         Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang sering membelikan jajan untuk mereka, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini berada pada koordinat yang sebaliknya dan justru akan sangat riang melihatmu menangis menginginkan jajan itu.
Hay adikku, ku harap kau lebih bijak. Jika suatu saat teman-temanmu menceritakan tentang kakak-kakak mereka yang begitu mengayomi mereka, maka kau berceritalah yang sejujurnya jika kakakmu ini adalah kakak yang paling menjengkelkan sepanjang masa. Bahkan mungkin hingga kita sama-sama dewasa dan mandiri. Aku akan terus pada watakku untuk senantiasa menjahilimu.
Cukup satu hal yang ingin kuungkapkan tentang memori aku dan kamu dik, aku tak pernah butuh untuk kau kagumi sebagai kakakmu.

Karena aku menyayangimu dengan caraku, bagaimanapun aku menurutmu kacamatamu bahkan mata telanjangmu. Hati terkecilku pun teriris saat mendengar kabar kenaikan kelasmu ditangguhkan. Hati kecilku pun teriris saat kau mendapat hukuman dan teguran yang pelik dari sekolah. Hati kecilku pun teriris saat mendapat kabar jika ada beberapa mata pelajaran yang belum tuntas dalam rapor bayanganmu. Aku khawatir saat kamu bermain bersama temanmu dalam jarak yang lumayan jauh dari kompleks rumah.  Aku khawatir saat kau memakan jajanan pinggir jalan. Aku gelisah saat kau sakit. Aku kepikiran jika hingga malam hari kamu belum juga menginjakkan kaki dirumah sepulang sekolah. Aku juga akan sangat emosi saat mengetahui ada temanmu yang mengganggumu.
Aku jauh, dan tidak bisa melakukan sesuatu untukmu saat kau dalam kesulitan. Maka rasakan dan resapilah kodeku..
Dalam setiap senyum sinisku, raut menjengkelkanku, sikap acuhku dan diam seribu bahasku selalu teriring doa yang senantiasa memintaNYA untuk menjagamu, menuntun langkahmu, hingga asa yang begitu muluk dan insyaAllah akan DIA kabulkan; yaitu melihatmu tumbuh sebagai sang ikhwan.

Selamat Ulang Tahun yang ke 11 Axel Lucky Al-Azizi
Tak ada peluk dan cium untukmu
Hanya hadiah sederhana yang entah akan kutitipkan pada siapa nantinya
dan entah kapan bisa ku berikan padamu
Serta doa yang akan selalu ku panjatkan padaNYA dalam sujud-sujud panjangku
Di sela-sela malam romantisNYA
Tak lupa untuk yang paling terakhir ialah
Aku begitu ingin menjahilimu
hingga kamu menangis,
hingga kamu berteriak,
hingga kamu melengkingkan jeritan,
dan tanpa sadar beberapa barang terlempar dari tangan mama
Lalu mengomeliku dengan semua teguran dan nasihatnya.

Barakallah fii umurik Axel…   :P







Minggu, 04 Maret 2012

Renungan di Penghujung 2011, Capt...!


Desember dua ribu sebelas lalu ku lewati dengan suasana hati yang agak mengecewakan. Entah bagaimana bisa Ia kusebut kecewa, seharusnya aku legowo. Toh, itu sudah menjadi pilihan publik. Tetapi tetap saja, di dalam relung hati ini masih menyimpan harapan-harapan cahaya itu.
Selasa, dua puluh desember yang seharusnya adalah schedule pemira harus di tunda hingga 1 x 24 jam karena beberapa pihak yang tidak setuju dengan keputusan awal. Well, mungkin inilah ketidakdewasaan pemegang kuasa (mahasiswa) FIB dalam berpolitik. Bahkan aku sempat berkali-kali tidak habis pikir mengapa ada dua calon tambahan yang jelas-jelas gagal administrasi di awal pendaftaran. Setelah dikonfirmasi dengan pengambil keputusan yang seharusnya, pernyataan yang keluar adalah “Sudah, tak apa bertambah. Daripada banyak yang protes, kita disini kan mengutamakan kekeluargaan. Kalau tidak dituruti mereka malah …………..”.  
Lalu ku sunggingkan senyum pahit untuk diriku. Aku memang bukan orang hukum, yang mengerti dan paham tentang peraturan ini dan itu. Tapi keputusan ini menurut ku janggal. Entahlah apa yang ada dibenak mereka. Hanya istighfar yang bisa kedendangkan untuk mengantisipasi amarahku pada saat itu. Astaghfirullah, hanya karena hal ini aku bisa se-emosional ini.
Rabu, dua puluh satu desember. Aku mengurungkan niat untuk mendatangi janji di sebuah tempat pagi itu. Bukan karena lupa ataupun terlambat bangun. Tapi memang aku tidak siap berhadapan dengan kecacatan-kecacatan yang menyeruak. Dua puluh satu desember merupakan ajang debat caket. Lima orang caket beradu di meja debat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pada saat itu. Yah, sudah ku duga pertanyaan yang terlontar dari tim penanya tidak jauh-jauh dari konsep nasionalisme. Nampaknya aku mulai bisa membaca hal itu sejak beberapa saat lalu. Okay, mainkan saja strategimu..!!! Politik adalah kerja keras. Untuk membawa sebuah perubahan sekedar ide saja tak cukup, diperlukan jejaring yang kuat, pemetaan yg jelas, dukungan publik luas, kerja-kerja tim yang solid yang secara kolektif sangat vital dalam perjuangan politik, disisi lain kesadaran ideologis dan keseimbangan secara egalitarian dalam tim untuk saling mengontrol dan membantu satu sama lain. Inilah ekuitas utama perjuangan.
Kamis, dua puluh satu desember. Inilah kali pertama aku benar-benar memberatkan langkahku menuju kampus. Selain karena deadline pengumpulan tugas, juga karena pencoblosan memang akan dilakukan di tanggal ini. Masalah tugas, ternyata hanya alibiku. Sejujurnya hari ini mataku benar-benar sembab, bengkak dan terlukis lingkaran hitam di sekitar kantung mata. Jika hingga hari ini TPF masih berpikir tentang mobilisasi, mungkin kurang tepat kawan, Doktrinasi dan mobilisasi bukan strategi terbaik dalam perjalanan juang keumatan, dibutuhkan kesadaran otentik bersama. Perbaikan pengkaderan dalam jamaah sebagai persiapan momentum juang.
Masih di hari ini, kamis dua puluh satu desember…! Jarum jam menunjukkan pukul 17.13 sore. Tampaknya sore hingga malam nanti, situasi FIB akan ramai. Benar saja, hari ini masih dalam suasana Festival Budaya FIB sekaligus penghitungan suara pemira kali ini. Hufttt Allah…sungguh di kala itu aku benar-benar ingin menjadi dinding di sekitar bilik suara. Trust me, wish YOUR miracle. Hingga pada akhirnya, 22.39 WIB dari layar ponselku tertera pesan “Barakallah…susah ternyata menembus siyasi FIB ………….. terpaut 42 suara dengan calon nomor 4”
Allahu Akbar :’( …maaf Allah, tangis ku tak terbendung saat itu. Maaf jika ENGKAU cemburu pada saat itu. Sedihku mungkin berlebihan, tapi ini telah kami persiapkan sejak Oktober lalu (penandatanganan SK Rektor) bahkan sejak April lalu tapi mengapa mereka tidak serius dalam follow up-nya…?? Andai mereka sedikit saja lebih peka ataupun membuka komunikasi dengan kami.
Hari ini empat maret dua ribu dua belas, lagi-lagi berhadapan dengan kondisi yang sebelas-dua belas dengan masa lalu itu. Kembali merenung saat mengingat perjalanan menuju 2012. Setidaknya inilah hikmah yg ku dapat. 
  1.  Politik yg dikerjakan dalam suasana kondusif akan menjadikan pelajaran berharga, bagi siapa yang kalah dan siapa yang menang. Jadi sistem politik harus dibuat untuk mampu menjembatani kondusifitas bukan konflik.
  2.  Tentang kampanye. Uang tidak ada artinya dibandingkan semangat, karena perlawanan yang mengandalkan materi dan huru hara terbukti selalu gagal meruntuhkan kekuatan yg dibangun dari mobilisasi massa yg ikhlas.
  3.  Tidak adanya komunikasi intens membuat kerja-kerja ini serasa tak nyata.
Well, so far...I wish the best for whomever the next leader…'


Tenang itu saat semua amanah & perjuangan telah dipergilirkan dan jelas siapa yg akan melanjutkannya. Semoga Allah menjaga kalian semua.

Firman Hujan

Sekiranya kita simpan hujan
Tak ada jua yang melarang
Pun kusimpan senyummu
Masihkah ada yang berang

Hujan berfirman pada basah tanah angin mendesah
Jatuh cinta adalah ibadah yang sempurna
Disana ada malaikat yang berdoa
dengan rekah senyum Tuhan di kursinya

Hujan pun bersabda
Jatuh rindu itu, sengatan listrik yang menggelikan
Tak peduli sesaknya dada, apalagi senyum yang tak diundang
dengan tangan mendekap, denyut di dada

manalagi yang kau dustakan
maha benar hujan yang mengingatkanku padamu

rintik hujan mengetuk jendela
dan tengoklah drama gemuruh
dapatkah kau lihat manusia berpayung itu?



repost from oase.kompas.com via @ijonkmuhammad
Penulis lahir 25 Mei 1989,tinggal di depok. Saat ini kuliah di program studi Sastra Indonesia FIB UI.
Menghiasi puisi dalam hidupnya sebagai Wakil Ketua BEM UI 2011

Sabtu, 03 Maret 2012

PENGGENGGAM HATI

Aku terdiam dalam kebisuan yang tak berujung
Hingga hening mengawasi rengkuhan tubuhku
Semilir angin merajuk anggun,
berharap melukis senyum dalam penat.

Robb-ku…
Aku sadar KAU mendengar batinku
Aku sadar KAU mengawasi aku
dan AKU juga sadar jika KAU selalu menjagaku
kemarin - hari ini - esok, dan hari-hari selanjutnya..

Robb-ku
Bahkan KAU lebih tahu suara-suara lirih relung hatiku
KAU bahkan lebih paham semua tentangku
Ikhlasku, Kerjaku, Doaku..
Semua…
dan tak ada yang bisa luput dariMu

Tak pernah ku pungkiri,
tanganMu selalu bekerja
bahkan itu lebih cepat daripada permintaanku

Duhai Sang Maha Penggenggam Hati
Belas ampun ku panjatkan padaMu
Bila hingga saat ini,
Aku hanya bisa mencintaimu dengan sederhana

Yaa Robb…
Jagalah Hati ini.. Jiwa ini.. Raga ini..
Jagalah mereka dari hal-hal yang KAU benci,
Yang hanya akan berakar dusta dan berbuah dosa

KAU yang lebih tahu pemilik jiwa ini
Engkau pula yang paling pencemburu,
Jika dihatiku, tidak kusediakan tempat tertinggi untukMu

Bersihkanlah hati ini
Dari hal-hal yang membuatku jauh padaMu
Dari duniawi yang acapkali membuatku terlena

Robbi..
Asal KAU mencintaiku,
Maka aku akan tenang
Maka aku akan tegar
dan aku akan sabar

Aku titipkan hatiku padaMu
Hingga KAU mempertemukan aku dengan pemilik tulang rusuk
yang KAU tuliskan dalam Lauh Mahfudzh skenarioMu

Aku titipkan hati keluargaku padaMu
Hingga KAU persatukan kami dalam bahtera rahmatmu

Aku titipkan hati para binaanku padaMu
Hingga KAU merekatkan hati-hati kami dalam majelis ilmuMu

Aku titipkan hati saudara-saudara dakwahku
Hingga kami istiqomah dalam tarbiyahMu

Aku titipkan hati kawan-kawanku
Hingga KAU menyambung kasih yang abadi antara kami

Kutitipkan semua padaMu yaa Robb
Karena aku lemah
Karena kerja Hati bukanlah sesuatu yang konsisten
Karena HATI kami hanya milikMu
Yang selalu berada dalam genggamanMu

Minggu, 19 Februari 2012

Kalimat Sang Jiwa yang Berkisah

Teringat lagi penggalan pesan itu:

Lagi-lagi memang seperti itu.
Dakwah..!
Menyedot saripati energimu.
Sampai tulang belulangmu.
Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu.
Tubuh yg luluh lantak diseret-seret.
Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..

...

Karena itu kamu tahu.

Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore.
Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. 
Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah.
Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, 
"Yaa Allah, berilah dia petunjuk... sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang... "

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak.

Jasadnya dikoyak beban dakwah.
Tapi iman di hatinya memancarkan cinta...

(alm. Ustadz Rahmat Abdullah)