Minggu, 18 Desember 2011

Menyusun konsepsi bukan citra ... #PEMIRA FIB

Bismillahirrahmanirrahim...

goresan tinta biru dalam agenda kuning yang nampak usang itu bertuliskan "Aku adalah seorang gadis kecil yang sangat jauh dari sempurna" - "menggemari aktivitas belajar" (yellow-bee diary, 19 April 2008)

Sore ini, entah apa yang membuatku mellow setelah menamatkan siyasah syariyah karya Ibnu Taimiyah.
Acapkali berfikir untuk menghilang dari kebisingan kampus, justru malah semangat-semangat berjuang itu datang dari pelbagai koridor di sekitarku. Setiap torehan kepalaku, lirikkan mataku, langkah kaki dan telisik tanganku semua bergerak sejajar dan seragam ke arah penanganan masalah. Sempat pula Aku merasa muak dengan kondisi politik kampus; politik fakultas khususnya. Entah bagaimana aku menamai gejolak yang berkecamuk ini. Saat ku panggil ia dengan sebutan "jenuh" aku rasa ini hanya tipuan muslihat belaka. Lalu, aku panggil ia dengan sebutan "citra" ternyata raga ini membeku jelas sekali jika bukan ini yang menjadi tujuan ku. "Perjuangan" benarkah ini?? Jika benar, mengapa Aku belum merasakan pengorbanan didalamnya??

ahh..Rabbi..Yaa Alim..sungguh hanya Engkau yang bisa menjawab semua ini.
Lapangkanlah dada ini dengan karunia imanmu yaa Robb..
Dikala hatiku resah, kuyakinkan diri ini bahwa dengan mengingatMu-lah aku bisa tegar, kembali senyum dan kembali semangat untuk kerja keras setiap saat.
Subhanallah...ku imani janji-Mu kepada hamba.

Teringat, saat di penghujung november lalu Aku berdialog dengan pak boss terkait kondisi fakultasku..usai pembicaraan itu, Aku pun pulang dan menuliskannya dalam Agenda Merah Jambu yang berisi cita2 insidental dalam life mappingku. Malam itu dengan lugu Aku menuliskan:
bismillahirrahmanirrahim
*FIB terkondisikan di BLM dan BEMnya
*Riskel 2012  terbangun dengan baik dan jadi komunitas yang digemari mhsswa umum serta bermanfaat
*Ikut dalam pemilihan caleg, menang lalu bersuara dalam MPM
*melalui MPM memperjuangkan PEMIRA

Segala puji bagi Allah
Jika menang kita memuji-Nya dan jika kalah pun kita memuji-Nya
karena tiada lain pemilik serat pemberi kemenangan itu adalah Allah..

teriring lantunan doa dalam proses ini..
Karuniakanlah padaku sidqun niah, karena yang baik adalah berawal dari panggilan hati & jiwa.
Berkahilah ladang pembelajaran ini, agar menjadi indah pada waktunya kelak.
Tuntunlah hamba pada kekuatan jamaah jika memilih sendiri lebih berpotensi untuk gugur.
aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar