Minggu, 19 Februari 2012

Kalimat Sang Jiwa yang Berkisah

Teringat lagi penggalan pesan itu:

Lagi-lagi memang seperti itu.
Dakwah..!
Menyedot saripati energimu.
Sampai tulang belulangmu.
Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu.
Tubuh yg luluh lantak diseret-seret.
Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..

...

Karena itu kamu tahu.

Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore.
Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. 
Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah.
Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, 
"Yaa Allah, berilah dia petunjuk... sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang... "

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak.

Jasadnya dikoyak beban dakwah.
Tapi iman di hatinya memancarkan cinta...

(alm. Ustadz Rahmat Abdullah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar