Aku terdiam dalam kebisuan yang tak berujung
Hingga hening mengawasi rengkuhan tubuhku
Semilir angin merajuk anggun,
berharap melukis senyum dalam penat.
Robb-ku…
Aku sadar KAU mendengar batinku
Aku sadar KAU mengawasi aku
dan AKU juga sadar jika KAU selalu menjagaku
kemarin - hari ini - esok, dan hari-hari selanjutnya..
Robb-ku
Bahkan KAU lebih tahu suara-suara lirih relung hatiku
KAU bahkan lebih paham semua tentangku
Ikhlasku, Kerjaku, Doaku..
Semua…
dan tak ada yang bisa luput dariMu
Tak pernah ku pungkiri,
tanganMu selalu bekerja
bahkan itu lebih cepat daripada permintaanku
Duhai Sang Maha Penggenggam Hati
Belas ampun ku panjatkan padaMu
Bila hingga saat ini,
Aku hanya bisa mencintaimu dengan sederhana
Yaa Robb…
Jagalah Hati ini.. Jiwa ini.. Raga ini..
Jagalah mereka dari hal-hal yang KAU benci,
Yang hanya akan berakar dusta dan berbuah dosa
KAU yang lebih tahu pemilik jiwa ini
Engkau pula yang paling pencemburu,
Jika dihatiku, tidak kusediakan tempat tertinggi untukMu
Bersihkanlah hati ini
Dari hal-hal yang membuatku jauh padaMu
Dari duniawi yang acapkali membuatku terlena
Robbi..
Asal KAU mencintaiku,
Maka aku akan tenang
Maka aku akan tegar
dan aku akan sabar
Aku titipkan hatiku padaMu
Hingga KAU mempertemukan aku dengan pemilik tulang rusuk
yang KAU tuliskan dalam Lauh Mahfudzh skenarioMu
Aku titipkan hati keluargaku padaMu
Hingga KAU persatukan kami dalam bahtera rahmatmu
Aku titipkan hati para binaanku padaMu
Hingga KAU merekatkan hati-hati kami dalam majelis ilmuMu
Aku titipkan hati saudara-saudara dakwahku
Hingga kami istiqomah dalam tarbiyahMu
Aku titipkan hati kawan-kawanku
Hingga KAU menyambung kasih yang abadi antara kami
Kutitipkan semua padaMu yaa Robb
Karena aku lemah
Karena kerja Hati bukanlah sesuatu yang konsisten
Karena HATI kami hanya milikMu
Yang selalu berada dalam genggamanMu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar